PERMAINAN JAMURAN

December 8, 2008

Hampir semua permainan memberi pengaruh kejiwaan pada anak anak. Contohnya : Permainan Jamuran. Dimasa lalu dikala orang belum mengenal TV dan video game, di daerah Surakarta anak anak kecil sering melakukan permainan tersebut. Permainan diawali dengan tampilnya sekitar 10 anak atau lebih yang bergandeng tangan membentuk lingkaran. Ditengah lingkaran berdiri seorang anak. Lingkaran tersebut bergerak memutar sambil melantunkan tembang ” Jamuran “, dengan tetap dalam posisi berpegangan tangan. Pada waktu tembang tersebut berakhir , anak yang berada ditengah lingkaran akan ditanya : Milih jamur apa ?. Umpama si anak menjawab : Jamur jambu ! maka semua peserta akan berhamburan menyentuh pohon jambu yang berada didekat mereka. Selesai menyentuh pohon tersebut, anak anakpun bergegas kembali ketempat permainan untuk bergandeng tanganĀ dan membentuk lingkaran. Anak terakhir yang tidak mendapatkan gandengan akan mendapat hukuman dengan cara disuruh berdiri di tengah lingkaran. Babak baru permainan dimulai lagi seperti diatas.

Permainan ini mengajarkan agar anak anak tidak bersifat eksklusif dan diskriminatif. Mereka yang terlalu memilih teman gandengan akan akan terlambat membentuk mata rantai. Akibatnya anak tersebutĀ akan dikucilkan dan harus berdiri ditengah lingkaran sendirian. Jamuran biasanya dimainkan disaat bulan purnama. Sambil melantunkan tembang anak anak menengadah ke langit memandang ke angkasa raya. Secara tidak langsung mereka diajari untuk meresapi kebesaran Tuhan. Selain juga ditumbuhkannya rasa kesadaran untuk saling mengasihi dan rukun terhadap sesamanya. Tetapi jaman harus berobah. Permainan jamuran secara perlahan menghilang. Jamuran menghilang untuk memberi kesempatan video game muncul dengan segala hiruk pikuknya. Anak anak tidak lagi mengagumi indahnya angkasa raya. Merekapun jarang bergandeng tangan dengan teman temannya.